H1 Sampah yang ada di lingkungan sekitar bisa membawa pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya bahkan bisa sangat berpengaruh. BAB III METODOLODI PENELITIAN Identitas Variabel · Masyarakat Warga sekitar yang mengumpulkan sampah dari lingkungan ketempat penampungan sampah. · Pengepul Sampah
Hasilpenelitian dapat diakses melaluijurnal-jurnal ilmiah, baik cetalCmaupun ,i Akrab dengan Peneiitia n 67 elektronik. Anda dapat berlangganan jurnal ilmiah. Hubungi saja jurusan atau fakultas Perguruan Tinggi ternama. Di internet, bila Anda senang berselancar di dunia maya, sangatlah banyak tersedia laporan hasil penelitian.
Hasilpengamatan kami, banjir di sekitar Sungai Ciliwung disebabkan oleh dua faktor: 1. Ulah manusia. Penduduk setempat masih butuh edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan dan betapa bahayanya membuang sampah di sungai. (dapat dilanjutkan sesuai fakta yang ada, ini hanya contoh) 2. Faktor alam.
BAB5 HASIL PENELITIAN 5.1. Karakteristik Responden Sejak Maret sampai Juni 2012 dilakukan penelitian terhadap pengetahuan ibu mengenai penyakit DBD. Subyek penelitian adalah 68 ibu yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 responden pada kelompok kasus dan 34 responden pada kelompok kontrol.
LaporanHasil Penelitian Geografi Pencemaran Air Sungai. Contoh proposal penelitian geografi tentang. Contoh penelitian geografi dan penjelasannya. 2.1 pengertian polusi air dan pencemaran air. Sebagai Seorang Mahasiswa Tentunya Sudah Tidak Asing Lagi Dengan Istilah Penelitian. November 13, 2016 "laporan hasil penelitian geografi
Hasilpenelitian menyatakan bahwa pengelolaan sampah di Desa tersebut masih kurang baik hal ini dikarenakan tidak adanya lahan untuk pembangunan tempat penampungan sementara, fasilitas sarana dan prasarana yang masih belum baik, dan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya pengelolaan sampah dengan baik dan benar.
. LAPORAN CARA PENGOLAHAN SAMPAH PADAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP Sebagai Syarat Tugas Mata Kuliah Studium General Oleh Muhammad Arief Bachri NIM 117090008 PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA FAKULTAS SAINS INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM 2013 / 2014 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Faktor penyebab rusaknya lingkungan hidup yang hingga saat ini masih tetap menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia adalah pembuangan sampah. Sampah-sampah tersebut diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja disuatu tempat yang sudah disediakan tanpa ditindak lebih lanjut lagi. Hal tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar dimana lingkungan menjadi kotor dan sampah yang membusuk akan menjadi bibit penyakin dikemudian hari. Dalam beberapa laporan, terungkap jumlah sampah padat di kota-kota dunia akan terus naik sebesar 70% tahun ini hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar ton pertahun menjadi 2,2 miliar ton per tahun. Mayoritas kenaikan terjadi di kota-kota di negara berkembang. Di Indonesia, data Bank Dunia menyebutkan, produksi sampah padat secara nasional mencapai ton per harinya. Sampah selalu menjadi masalah bagi pemerintah, bahkan diperkirakan sampah setiap harinya di Indonesia ini mencapai 200 ribu ton. Sayangnya tingginya volume sampah itu belum tertangani secara baik oleh pemerintah karena berbagai keterbatasan. Walaupun terbukti sampah itu dapat merugikan bila tidak dikelola dengan baik, tetapi ada sisi manfaatnya. Hal ini karena selain dapat mendatangkan bencana bagi masyarakat, sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat. Kemanfaatan sampah ini tidak terlepas dari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menanganinya dan juga kesadaran dari masyarakatnya sendiri untuk mengelolanya. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari makalah ini adalah 1. Pengertian pencemaran sampah yang termasuk pencemaran? 2. Apa saja sumber-sumber dan jenis-jenis sampah? 3. Apa saja jenis-jenis sampah? 4. Bagaimana cara pengolahan sampah yang padat? 5. Apa pengaruh pada pengolahan sampah terhadap lingkungan hidup? Tujuan Tujuan umum dari makalah ini adalah mampu menjelaskan cara pengolahan sampah yang baik dan tepat serta memberikan solusi bagi penanganan masalah sampah. Sedangkan, tujuan khusus dari makalah ini adalah 1. Menjelaskan definisi sampah, sumber dan pembagian jenis sampahnya. 2. Menjelaskan cara pengolahan sampah pengumpulan, pengangkutan dan pemusnahan. 3. Menjelaskan dampak sampah bagi lingkungan hidup. BAB II PEMBAHASAN Definisi Sampah Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan, yang salah satu contohnya adalah sampah. Menurut definisi WHO, sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya Chandra, 2012. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah padat adalah benda atau barang yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Sampah padat merupakan salah satu bentuk limbah yang terdapat di lingkungan Hasyim, 2010. Ilmu lingkungan biasanya membahas tentang pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan. Karena kegiatan manusia, pencemaran lingkungan pasti terjadi. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari, namun yang dapat kita lakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan. Prinsip sampah menurut Notoatmodjo 2011 adalah 1. Adanya sesuatu benda atau benda padat 2. Adanya hubungan langsung/tidak langsung dengan kegiatan manusia. 3. Benda atau bahan tersebut tidak digunakan kembali. Sumber-Sumber Sampah Menurut Hasyim 2010, Adapun beberapa sumber sampah antara lain  Sampah yang berasal dari daerah pemukiman domestic wastes.  Sampah yang berasal dari perdagangan commercial wastes.  Sampah yang berasal dari jalan raya street sweeping.  Sampah yang berasal dari industri industrial wastes.  Sampah yang berasal dari daerah pertanian dan perkebunan agricultural wastes.  Sampah yang berasal dari daerah pertambangan.  Sampah yang berasal dari gedung-gedung atau perkantoran institutional wastes.  Sampah yang berasal dari daerah penghancuran gedng-gedung dan pembangunan/pemugaran.  Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum, pendidikan.  Sampah yang berasal dari daerah kehutanan.  Sampah yang berasal dari pusat-pusat pengolahan air buangan.  Sampah yang berasal dari daerah peternakan dan perikanan. Jenis-Jenis Sampah Sampah padat dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya adalah 1. Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya.  Organik – dapat diurai degradable Merupakan sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, daun, sayur dan buah. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.  Anorganik – tidak terurai undegradable Merupakan sampah yang tidak mudah membusuk seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol, kaleng, kayu, logam, pecah belah, abu, dll. 2. Berdasarkan dapat atau tidaknya dibakar.  Mudah terbakar misalnya kertas plastik, daun kering dan kayu.  Tidak mudah terbakar misalnya kaleng, besi, gelas, dll. 3. Berdasarkan dapat atau tidaknya membusuk.  Mudahnya membusuk misalnya sisa makanan, potongan daging, dsb.  Sulit membusuk misalnya plastik, karet, kaleng, dsb. 4. Berdasarkan ciri atau karakteristik sampah Chandra, 2012.  Garbage,  Rubbish,  Ashes,  Street sweeping,  Dead animal,  Household refuse,  Abondoned vehicle,  Demolision waste,  Sampah industri,  Santage solid dan  Sampah khusus. Bagaimana Cara Pengolahan Sampah Padat Pengolahan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. Pemilihan Sampah Pemilihan sampah dilakukan melalui kegiatan pengelompokan sampah sesuai dengan jenis sampahnya. Hal ini telah dilakukan dibeberapa kawasan umum yang telah menyediakan sarana pemilihan dan pewadahan sampah seperti dikawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial dan fasilitas lainnya. Perlu adanya dukungan dari pemerintah kabupaten/kota. Sarana pemilahan dan pewadahan sampah harus diberi label atau tanda, dibedakan bahan, bentuk atau warna wadah, dan menggunakan wadah yang tertutup. Pengumpulan Sampah Pada tahap pengumpulan sampah, sampah tidak boleh dicampur kembali setelah dilakukan pemilihan dan pewadahan. Jenis sarana yang digunakan untuk melakukan pengumpulan sampah dapat berupa motor sampah, gerobak sampah atau sepeda sampah. Tiap kawasan umum harus menyediakan Tempat Pengumpulan Sampah TPS dan alat pengumpul untuk sampah terpilah. Kriteria TPS adalah  Luas TPS sampai dengan 200 m2  Tersedia sarana untuk mengelompokkan sampah menjadi paling sedikit 5 lima jenis sampah  Jenis pembangunan penampungan sampah bersifat sementara  Luas lokasi dan kapasitas sesuai kebutuhan  Lokasinya mudah diakses  Tidak mencemari lingkungan  Penempatan tidak mengganggu estetika dan lalu lintas  Memiliki jadwal pengumpulan dan pengangkutan Pengangkutan Sampah Pengangkutan sampah dari TPS tidak boleh tercampur/dicampur kembali setelah dilakukan pemilahan dan pewadahan. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun, pengangkutannya harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan pengangkutan sampah adalah sebagai berikut  Memaksimalkan kapasitas kendaraan angkut yang digunakan  Menggunakan rute pengangkutan sependek mungkin dengan hambatan sekecil mungkin  Frekuensi pengangkutan dari TPS dilakukan sesuai dengan jumlah sampah yang ada  Ritasi dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas pengangkutan Sarana pengangkutan sampah dapat berupa dump truck/tipper truck, armroll truck, compactor truck, street weeper vehicle dan trailer. Pengangkutan sampah dari TPS dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan menyediakan alat angkut sampah, termasuk untuk sampah yang terpilah yang tidak mencemari lingkungan. Pengolahan Sampah Kegiatan pada tahap ini yaitu dilakukan pemadatan, pengomposan, daur ulang materi dan mengubah sampah menjadi sumber energi dengan mempertimbangkan karakteristik sampah, teknologi pengolahan yang ramah lingkungan, keselamatan kerja dan kondisi sosial masyarakat. Pada pengolahan sampah ini, biasanya dilakukan oleh seluruh pelaku, termasuk pengelola kawasan umum dan pemerintah kabupaten/kota dengan menyediakan TPS/TPA sebagai sarana fasilitas pengolahan sampah. Pengaruh Pengolahan Sampah pada Lingkungan Hidup Sampah-sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh besar terhadap lingkungan hidup yang berada disekitarnya, dimana sampah akan menimbulkan beberapa dampak negatif dan bencana seperti  Dampak Terhadap Kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai pembuangan sampah yang tidak terkontrol merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit.  Rusaknya Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.  Terjadinya Banjir Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan yang biasanya kering karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat akibat hujan besar dan peluapan air sungai. Sampah yang dibuang ke dalam got/saluran air yang menyebabakan manpat adalah faktor utama yang belum disentuh, berton-ton sampah masuk aliran sungai dan memampatkan aliran dan menyebabkan polusi sampah di muara pantai,sungai dan danau. Banjir dan sampah, keduanya dipandang oleh sebagian golongan sangat berhubungan dengan sebab-akibat. Dimana sampah mengakibatkan banjir dan banjir mengakibatkan sampah. bukan semata masalah perilaku, namun lebih dalam dari itu adalah masalah kesejahteraan. Sampah sungai berasal dari sampah rumah tangga dari warga yang bertempat tinggal dipinggiran sungai, mereka tidak mempunyai tempat pembuangan sampah resmi yang dikoordinir lingkungannya. Ini berkaitan juga dengan kebiasaan warga/penduduk yang tidak mempunyai kesadaran artinya polusi, tenggang rasa serta kebiasaan mau enaknya sendiri. Ini berkaitan budaya masyarakat yang kurang pembinaan tentang artinya kebersihan lingkungan dan cara mengatasi.  Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi Dampak dyang apat ditimbulkan sampah terhadap keadaan sosial ekonomi adalah 1. Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana. 2. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan. 3. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung untuk mengobati orang sakit dan pembiayaan secara tidak langsung tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas. 4. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain. 5. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki. BAB III PENUTUP Kesimpulan Sampah adalah suatu masalah yang masih belum bisa teratasi terutama di Indonesia, sampah memiliki berbagai dampak yang sangat berpengaruh dalam berbagai aspek khususnya lingkungan dan makhluk hidup disekitarnya. Namun jika sampah dapat dimanfaatkan dengan baik, maka akan mengurangi efek sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup. Dalam beberapa referensi didapat bahwa sampah dibedakan menjadi beberapa jenis yang masing-masing memiliki karakteristik dan klasifikasi yang berbeda. Tentunya sampah dibutuhkan pengelolaan sampah yang baik dan tepat agar dapat meminimalisir masalah sampah. Adapun beberapa tahap dalam pengolahan sampah dimulai dari pengumpulan, penganguktan dan pemusnahan. Saran Adapun saran yang dapat diberikan  Untuk mengurangi/meminimalisir produksi sampah maka dapat dilakukan 3R reuse, reduce dan recycle  Kelolaan sampah dengan tepat dan baik sehingga dapat mengurangi dampak dari sampah itu sendiri baik dari proses pemilihan pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan dan pemusnahan  Sampah dapat kita atasi apabila kita sebagai individu dapat memiliki kesadaran dan motivasi untuk lebih memperhatikan/peduli pada lingkungan, mulailah dari diri sendiri DAFTAR PUSTAKA Agung Suprihatin, S. Pd; Ir. Dwi Prihanto; Dr. Michel Gelbert. 1996. Pengelolaan Sampah. Malang PPPGT / VEDC Malang.
“LAPORAN HASIL PENELITIAN GEOGRAFI” Pencemaran Sampah di SMAN 1 Pasangkayu KELAS X IPA 3 Kelompok 4 Disusun oleh Intan ramadhani kahar putri SMAN 1 PASANGKAYU Tahun Pelajaran 2017/2018 KATA PENGANTAR Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, penulis juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik iman maupun islam. Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan penulisan proposal ini yang merupakan tugas mata pelajaran Geografi. Penulis sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada Guru pengampu mata pelajaran Geografi, Hilda, . dan semua pihak yang turut membantu proses penyusunan proposal ini. Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan dikemudian hari. Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri. Amin. Pasangkayu , 28 Agustus 2017 Penulis Kelompok 4 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................1 KATA PENGANTAR ..........................................................................................2 DAFTAR ISI ........................................................................................................3 BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................4 Latar belakang masalah .....................................................................4 Rumusan masalah ..............................................................................4 Tujuan penelitian ...............................................................................4 Manfaat penelitian .............................................................................5 BAB II PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................................6 Landasan Teori ..................................................................................6 Hasil penelitian ...................................................................................7 Pembahasan ........................................................................................9 BAB III PENUTUP .............................................................................................10 Kesimpulan ........................................................................................10 Saran ..................................................................................................10 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................11 BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah SMAN 1 Pasangkayu merupakan sekolah negeri yang berada tepatnya di Pasangkayu, Sulawesi barat. Sehubungan dengan topik yang kami ambil dalam penelitian ini yaitu “pencemaran sampah di SMAN 1 Pasangkayu” yang disebabkan oleh siswa SMAN 1 Pasangkayu, maka kami membuat proposal penelitian ini. Sampah merupakan hal yang sangat berpengaruh dan berdampak negatif bagi kesehatan serta kelangsungan proses belajar mengajar. Tumpukan sampah yang terdapat pada sudut-sudut sekolah membuat para siswa terganggu akan hal tersebut. Namun, meski sudah mengetahui hal ini para siswa dan pihak sekolah masih kurang kesadaran dalam menanggapi masalah tersebut. Dari latar belakang diatas maka masalah yang kami ambil adalah 1. Kenapa sampah dapat menyebabkan terjadinya pencemaran ? 2. Faktor apa saja yang menyebabkan pencemaran sampah ? 3. Bagaimana cara menanggulangi pencemaran tersebut ? Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini yaitu 1. Untuk mengetahui sampah dapat menjadi penyebab terjadinya pencemaran, kami meneliti disetiap sudut-sudut SMAN 1 Pasangkayu, dan disana banyak tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja sehingga membuat banyak serangga dan hewan liar seperti tikus berkumpul dan mencari makan di tumpukan tersebut. Dan tak jarang, tikus yang sering berkeliaran disana, Mati dan menimbulkan bau tak sedap juga menyengat. Hal ini tentu saja menjadi pencemaran udara. 2. Untuk mengetahui Faktor apa saja yang menyebabkan pencemaran sampah, kami meneliti di bagian belakang kelas. Tepatnya di belakang kelas X IPA 3 sampai kelas X IPA 6. Ada sangat banyak sampah yang berserakan di sebabkan oleh siswa-siswi yang membuang sampah sembarangan dengan membuangnya melalui jendela belakang kelas. Sehingga bagian belakang kelas tercemar. Selain itu, setelah mereka menyapu sampah. Mereka tidak membuangnya di tempat pembuangan yang seharusnya melainkan hanya menumpuk sampah menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. 3. Untuk mengetahui Bagaimana cara menanggulangi pencemaran tersebut, kami melakukan penelitian di tempat yang terkumpul banyak sampah. Dan kami mengusulkan agar pihak sekolah memberikan bantuan berupa pengangkut sampah agar siswa-siswi juga tidak begitu kesulitan untuk membuang sampah pada tempat pembuangan yang seharusnya. Manfaat Penelitian Dengan dibuatnya Proposal penelitian ini, kami sebagai siswa dan peneliti dapat membantu dan menanggulangi akibat dari pencemaran sampah di SMAN 1 Pasangkayu. Dan harapan kami kedepannya, tidak ada lagi pencemaran sampah di SMAN 1 Pasangkayu yang merupakan sekolah yang paling tersorot di Sulawesi barat ini. BAB II HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Landasan Teori Sampah merupakan salah satu penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun – daun, plastik, kain bekas, karet dan lain – lain. Bila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. Selain itu tradisi membuang sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat, banjir juga mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Jadi pada kenyataannya, sampah telah mencemari tanah, badan air dan udara dalam kota. Berdasarkan asalnya sampah digolongkan dalam dua bagian yakni sampah organik sampah basah dan sampah an-organik sampah kering . Selain itu juga sampah dihasilkan dari beberapa sumber utama antara lain 1. Rumah tangga; Sampah domestik yang dihasilkan berupa sisa makanan, bahan dan peralatan yang sudah tidak dipakai lagi, bahan pembungkus, kertas, plastik dsb. 2. Tempat perdagangan Seperti pasar, supermarket, toko, warung. Sampah yang dihasilkan berupa bahan dagangan yang rusak, buah, sayur, kertas, plastik, karton dsb. 3. Industri Sampah industri yang dihasilkan tergantung dari macam dan jumlah bahan. Industri sering kali membuang sampah disekitar pabrik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Tentu saja yang demikian dapat meresahkan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya. Hasil Penelitian Sumber Gambar Gambar Pada gambar dan adalah salah satu contoh pencemaran sampah yang terdapat di sudut sekolah SMAN 1 Pasangkayu. Sampah dibuang dari dalam ke belakang kelas. Kemudian, karena kurangnya perhatian dari pihak sekolah membuat siswa-siswi yang membersihkan daerah tersebut hanya menyapu sampah menjadi tumpukan sampah di sudut sekolah. Hal tersebut membuat tikus dan serangga berkumpul dan juga mati di kumpulan sampah tersebut. Hingga tak jarang bau tak sedap masuk ke dalam kelas melalui jendela belakang, membuat siswa terganggu karena bau tersebut. Sampah yang dibiarkan tertumpuk ini hampir tidak pernah di hilangkan. Biasanya siswa atau pun petugas kebersihan hanya membakar sampah yang tertumpuk itu, sehingga terjadi lagi pencemaran udara yang juga mengganggu proses belajar mengajar siswa SMAN 1 Pasangkayu dan juga menyisahkan sisa pembakaran. Sumber Gambar Gambar Kemudian pada gambar dan merupakan proses wawancara kelompok kami bersama salah satu siswa SMAN 1 Pasangkayu yang juga menyaksikan pencemaran yang ada di SMAN 1 Pasangkayu. Menurutnya pencemaran ini sudah terjadi cukup lama dan faktor penyebab terjadinya pencemaran ini adalah siswa-siswi yang sering membuang sampah sembarangan, karena faktor malas dan menurut mereka ada tempat pembuangan yang dirasa tidak jauh jendela belakang membuat mereka dengan senang hati membuang sampah sembarangan ke belakang kelas. Selain itu, sampah yang dibuang hanya disapu kemudian di tumpukkan, sehingga pada saat hujan, sampah yang tertumpuk itu menimbulkan bau yang tidak sedap. Pembahasan Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat dibahas Sampah menjadi penyebab terjadinya pencemaran. Kenapa demikian ? Karena dari pengertiannya, yaitu Sampah merupakan salah satu penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun – daun, plastik, kain bekas, karet dan lain – lain. Bila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. Jadi, dapat dikatakan bahwa sampah merupakan penyebab terjadinya pencemaran. Pembahasan selanjutnya adalah Faktor yang menyebabkan pencemaran sampah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa Faktor penyebab terjadinya pencemaran sampah adalah siswa-siswi yang berada dilingkungan tersebut. Karena dari sekian banyak nya tempat pembuangan sampah. Tumpukan sampah banyak ditemukan di sudut-sudut sekolah seperti belakang kelas. Dari hasil wawancara juga diketahui bahwa tumpukan sampah yang terdapat dibelakang kelas tersebut disebabkan oleh siswa-siswi yang tidak bertanggung jawab dan membuang sampah sembarangan ke belakang kelas. Kemudian, pembahasan yang terakhir adalah bagaimana cara menanggulangi pencemaran tersebut. Setelah kami melakukan penelitian dan juga wawancara. Dapat kami usulkan cara menanggulangi pencemaran yang terjadi, yaitu dengan lebih memperhatikan lingkungan yang tercemar dan juga kepada pihak sekolah agar menyediakan fasilitas seperti pengangkut sampah sekolah, supaya siswa dapat lebih mudah untuk membersihkan tumpukan sampah yang sudah mencemari lingkungan SMAN 1 Pasangkayu. BAB III PENUTUP Kesimpulan Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sebagian besar siswa-siswi SMAN 1 Pasangkayu mengonsumsi produk yang kemudian menjadi sampah. Oleh karena itu, pencemaran sampah sangat sering terjadi. Untuk mencegah terjadinya pencemaran tersebut, siswa-siswi harusnya membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan sampah-sampah yang telah menumpuk dibuang ke tempat pembuangan sampah yang tepat. Agar keindahan yang terdapat di SMAN 1 Pasangkayu tetap terjaga kelestariannya. Saran Dari penelitian yang telah dilakukan, maka Penulis dapat memberikan saran sebagai berikut 1. Kepada siswa-siswi SMAN 1 Pasangkayu agar lebih memperhatikan lingkungan sekolah terutama di sudut-sudut sekolah yang sudah dicemari oleh tumpukan sampah agar tidak terjadi lagi pencemaran sampah karena akan menimbulkan efek buruk bagi siswa-siswi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menghirup bau tak sedap dari sampah yang tertumpuk tersebut. 2. Kepada Pihak Sekolah yang bertanggung jawab atas kebersihan sekolah agar lebih memperhatikan lingkungan yang tercemar demi kesehatan siswa-siswi yang belajar. DAFTAR PUSTAKA Sumber dari Internet https//
77% found this document useful 13 votes12K views8 pagesDescriptionLaporan Hasil Penelitian GeografiCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?77% found this document useful 13 votes12K views8 pagesLaporan Hasil Penelitian GeografiJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Sekarang ini, masalah sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang sangat serius. Sampah yang menumpuk di berbagai wilayah di Indonesia menyebabkan berbagai masalah, seperti banjir, pencemaran udara, dan kesehatan masyarakat yang terganggu. Oleh karena itu, penelitian geografi tentang sampah menjadi sangat penting untuk dilakukan. Dalam artikel ini, akan dibahas contoh makalah penelitian geografi tentang sampah. Pendahuluan Penelitian geografi tentang sampah dapat membantu kita untuk memahami masalah sampah secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode geografi, seperti pemetaan, analisis spasial, dan analisis data statistik. Dalam makalah ini, penulis akan membahas contoh makalah penelitian geografi tentang sampah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami masalah sampah di wilayah tertentu, seperti kota atau desa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah, seperti tingkat pendapatan, jumlah penduduk, dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Dengan mengetahui faktor-faktor ini, kita dapat merancang strategi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah sampah. Dalam makalah ini, penulis akan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari lembaga-lembaga pemerintah, seperti Badan Pusat Statistik dan Dinas Lingkungan Hidup. Data-data ini akan dianalisis dengan menggunakan metode-metode geografi, seperti pemetaan, analisis spasial, dan analisis data statistik. Tinjauan Pustaka Sebelum melakukan penelitian, sebaiknya kita melakukan tinjauan pustaka terlebih dahulu. Tinjauan pustaka dapat membantu kita untuk memahami penelitian-penelitian terdahulu yang telah dilakukan tentang masalah sampah. Dalam tinjauan pustaka ini, penulis akan membahas beberapa penelitian terdahulu tentang masalah sampah. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Soeparno 2010 mengenai pengelolaan sampah di kota Surabaya. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah di kota Surabaya adalah tingkat pendapatan dan jumlah penduduk. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat mengurangi dampak negatif dari produksi sampah. Penelitian lain yang dilakukan oleh Suryadi 2015 mengenai pengelolaan sampah di desa-desa di Jawa Tengah. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah di desa-desa adalah tingkat pendidikan dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Penelitian ini juga menemukan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting untuk menyelesaikan masalah sampah di desa-desa. Metode Penelitian Dalam penelitian geografi tentang sampah, metode penelitian yang digunakan adalah metode-metode geografi, seperti pemetaan, analisis spasial, dan analisis data statistik. Metode-metode ini digunakan untuk memahami masalah sampah secara lebih mendalam dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah. Pertama-tama, penulis akan melakukan pemetaan produksi sampah di wilayah yang diteliti. Pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan software pemetaan, seperti ArcGIS atau QGIS. Pemetaan ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang distribusi produksi sampah di wilayah yang diteliti. Selanjutnya, penulis akan melakukan analisis spasial untuk memahami hubungan antara produksi sampah dengan faktor-faktor lingkungan, seperti topografi, iklim, dan jenis tanah. Analisis spasial ini dilakukan dengan menggunakan software analisis spasial, seperti IDRISI atau GRASS. Analisis spasial ini akan memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah di wilayah yang diteliti. Terakhir, penulis akan melakukan analisis data statistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah. Analisis data statistik ini dilakukan dengan menggunakan software analisis data statistik, seperti SPSS atau R. Analisis data statistik ini akan memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah di wilayah yang diteliti. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah di wilayah yang diteliti adalah tingkat pendapatan, jumlah penduduk, dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Produksi sampah cenderung lebih tinggi di wilayah dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dan jumlah penduduk yang lebih banyak. Selain itu, produksi sampah juga dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, seperti membuang sampah sembarangan atau memilah sampah organik dan non-organik. Dalam penelitian ini, penulis juga menemukan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat mengurangi dampak negatif dari produksi sampah. Pengelolaan sampah yang baik meliputi pengurangan, daur ulang, dan penanganan sampah yang aman. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah juga sangat penting untuk menyelesaikan masalah sampah di wilayah yang diteliti. Kesimpulan Penelitian geografi tentang sampah sangat penting untuk dilakukan karena dapat membantu kita untuk memahami masalah sampah secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode geografi, seperti pemetaan, analisis spasial, dan analisis data statistik. Hasil penelitian dapat membantu kita untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah dan merancang strategi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah sampah. Dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah di wilayah yang diteliti adalah tingkat pendapatan, jumlah penduduk, dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Pengelolaan sampah yang baik sangat penting untuk mengurangi dampak negatif dari produksi sampah. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah juga sangat penting untuk menyelesaikan masalah sampah di wilayah yang diteliti. Navigasi pos Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang kaya akan kiasan atau majas. Majas dapat membuat bahasa menjadi lebih hidup dan menarik. Salah… Menulis makalah merupakan salah satu tugas yang sering diberikan kepada mahasiswa. Makalah adalah sebuah tulisan yang berisi hasil penelitian atau…
Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk Karena sampah merupakan hasil efek samping dari adanya. I universitas indonesia tempat pembuangan sampah. Berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur,. Geografis yaitu penelitian yang menentukan lokasi tpa baru dengan bantuan. Contoh Makalah Hasil Observasi - Aneka Macam Contoh from Penelitian geografi tentang sampah, contoh laporan penelitian geografi sederhana, . Tempat pembuangan sampah sementara di jakarta. 15 contoh makalah penelitian geografi tentang sampah . Dalam sebuah laporan penelitian dan laporan ilmiah umum, pada bab penutup biasanya disampaikan kesimpulan dan . Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk Contoh laporan hasil penelitian tentang sampah kumpulan contoh laporan from. Berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur,. Pencemaran sampah di sman 1 pasangkayu. Dalam penelitian evaluasi pengelolaan sampah di wilayah bantaran sungai kota. Karena sampah merupakan hasil efek samping dari adanya. Sampah serta laporan hasil penelitian ini nantinya dapat bermanfaat sebagai referensi kajian untuk observasi lainnya dengan tema yang relevan. Geografis yaitu penelitian yang menentukan lokasi tpa baru dengan bantuan. Penelitian geografi tentang sampah, contoh laporan penelitian geografi sederhana, . Berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur,. Sampah didefinisikan sebagai sisa hasil kegiatan atau aktivitas yang berwujud padat, baik dihasilkan oleh manusia maupun alam dan dianggap tidak. 15 contoh makalah penelitian geografi tentang sampah . Dalam sebuah laporan penelitian dan laporan ilmiah umum, pada bab penutup biasanya disampaikan kesimpulan dan . Tempat pembuangan sampah sementara di jakarta. Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk I universitas indonesia tempat pembuangan sampah. Pencemaran sampah di sman 1 pasangkayu. Contoh laporan hasil penelitian tentang sampah kumpulan contoh laporan from. Sampah didefinisikan sebagai sisa hasil kegiatan atau aktivitas yang berwujud padat, baik dihasilkan oleh manusia maupun alam dan dianggap tidak. I universitas indonesia tempat pembuangan sampah. Dalam penelitian evaluasi pengelolaan sampah di wilayah bantaran sungai kota. Dalam sebuah laporan penelitian dan laporan ilmiah umum, pada bab penutup biasanya disampaikan kesimpulan dan . Berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur,. Contoh Makalah Keren Sma - Kobong Ilmu from Sampah didefinisikan sebagai sisa hasil kegiatan atau aktivitas yang berwujud padat, baik dihasilkan oleh manusia maupun alam dan dianggap tidak. Sampah serta laporan hasil penelitian ini nantinya dapat bermanfaat sebagai referensi kajian untuk observasi lainnya dengan tema yang relevan. Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk Contoh laporan hasil penelitian tentang sampah kumpulan contoh laporan from. Penelitian geografi tentang sampah, contoh laporan penelitian geografi sederhana, . Karena sampah merupakan hasil efek samping dari adanya. I universitas indonesia tempat pembuangan sampah. Pencemaran sampah di sman 1 pasangkayu. Penelitian geografi tentang sampah, contoh laporan penelitian geografi sederhana, . Berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur,. Sampah didefinisikan sebagai sisa hasil kegiatan atau aktivitas yang berwujud padat, baik dihasilkan oleh manusia maupun alam dan dianggap tidak. I universitas indonesia tempat pembuangan sampah. Pencemaran sampah di sman 1 pasangkayu. Contoh laporan hasil penelitian tentang sampah kumpulan contoh laporan from. 15 contoh makalah penelitian geografi tentang sampah . Penelitian geografi tentang sampah, contoh laporan penelitian geografi sederhana, . Sampah serta laporan hasil penelitian ini nantinya dapat bermanfaat sebagai referensi kajian untuk observasi lainnya dengan tema yang relevan. Tempat pembuangan sampah sementara di jakarta. Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk Geografis yaitu penelitian yang menentukan lokasi tpa baru dengan bantuan. Dalam penelitian evaluasi pengelolaan sampah di wilayah bantaran sungai kota. Dalam sebuah laporan penelitian dan laporan ilmiah umum, pada bab penutup biasanya disampaikan kesimpulan dan . Contoh laporan hasil penelitian tentang sampah kumpulan contoh laporan from. Geografis yaitu penelitian yang menentukan lokasi tpa baru dengan bantuan. Sampah didefinisikan sebagai sisa hasil kegiatan atau aktivitas yang berwujud padat, baik dihasilkan oleh manusia maupun alam dan dianggap tidak. Berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur,. Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk 35820427 karya-tulis-ilmiah from Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk 15 contoh makalah penelitian geografi tentang sampah . I universitas indonesia tempat pembuangan sampah. Dalam sebuah laporan penelitian dan laporan ilmiah umum, pada bab penutup biasanya disampaikan kesimpulan dan . Karena sampah merupakan hasil efek samping dari adanya. Tempat pembuangan sampah sementara di jakarta. Penelitian geografi tentang sampah, contoh laporan penelitian geografi sederhana, . Contoh laporan hasil penelitian tentang sampah kumpulan contoh laporan from. Karena sampah merupakan hasil efek samping dari adanya. Geografis yaitu penelitian yang menentukan lokasi tpa baru dengan bantuan. I universitas indonesia tempat pembuangan sampah. Dalam penelitian evaluasi pengelolaan sampah di wilayah bantaran sungai kota. Pencemaran sampah di sman 1 pasangkayu. Penelitian geografi tentang sampah, contoh laporan penelitian geografi sederhana, . Tempat pembuangan sampah sementara di jakarta. Dalam sebuah laporan penelitian dan laporan ilmiah umum, pada bab penutup biasanya disampaikan kesimpulan dan . Sampah didefinisikan sebagai sisa hasil kegiatan atau aktivitas yang berwujud padat, baik dihasilkan oleh manusia maupun alam dan dianggap tidak. 15 contoh makalah penelitian geografi tentang sampah . Contoh laporan hasil penelitian tentang sampah kumpulan contoh laporan from. Karena sampah merupakan hasil efek samping dari adanya. Berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur,. Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk Laporan Hasil Penelitian Geografi Tentang Sampah / Contoh Penelitian Tentang Fisika â€" / Tempat pembuangan sampah sementara di jakarta.. I universitas indonesia tempat pembuangan sampah. Sampah yang dibuang ke sungai dan saluran air hujan drainase dapat menghambat atau bahkan menyumbat aliran air di sungai krishna s dkk Dalam penelitian evaluasi pengelolaan sampah di wilayah bantaran sungai kota. Karena sampah merupakan hasil efek samping dari adanya. Dalam sebuah laporan penelitian dan laporan ilmiah umum, pada bab penutup biasanya disampaikan kesimpulan dan .
laporan hasil penelitian geografi tentang sampah